mtcomm
Tampilkan postingan dengan label Online Advertising. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Online Advertising. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

Riset Konsumen, Mengawali Keberhasilan Campaign Kita

March 23, 2009
Oleh Iim Fahima Jachja

Virtual Consulting
Jadi kapan kita bisa start online campaign-nya, bu Iim?” tanya seorang brand manager sebuah perusahaan terkemuka setelah selesai memamparkan problem brandnya.
Soon setelah saya mendapatkan finding researchnya, saya akan come up dengan rekomendasi” jawab saya.

” Waduuuh bu, kelamaan. Bisa ngga kita skip saja bagian risetnya?
” protes mas manager
” kalo di skip, lalu kita me-measure keberhasilan atau kegagalan campaign-nya based on apa?” tanya saya balik.
Mas manager : “…”
*****
Memetakan permasalahan secara jelas dan menggali consumer insight terkait current problem maupun future opportunity adalah dua hal wajib yang mendasari strategy komunikasi kita, apa pun medianya. Tanpa dua hal tadi, jangan harap kita akan memiliki strategy komunikasi yang tajam.
Tuntutan untuk mendapatkan peta permasalahan dan insight konsumen secara jelas, semakin tinggi ketika sebuah brand masuk ke area komunikasi online. Hal ini disebabkan online adalah medium yang terukur, gagal suksesnya bisa langsung diketahui.
Salah satu contoh, seorang brand manager menyebut produknya kurang laku karena rendahnya brand awareness. Kata manager, kesimpulan itu muncul karena berdasarkan riset terhadap brand awareness, produknya kalah jauh dibanding kompetitor.
Sebagai brand manager atau pun konsultan komunikasi, menurut saya kita harus kritis terhadap data. Kita wajib menggali lebih lanjut apa yang membuat awareness rendah. Kurang campaign kah, salah konten campaign kah, salah positioning kah, atau malah jangan -jangan pembanding dalam riset kita tidak setara (brand untuk B2B harus bersaing awareness dengan B2C, dan ini sering terjadi!)
Dari sinilah kemudian kita bisa menentukan apa next step yang harus kita lakukan.
Dalam bahasa sederhana: Kita harus tahu posisi kita sekarang dimana untuk bisa menentukan posisi kita selanjutnya. Jika posisi sekarang seperti apa saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita bisa menentukan next step musti ngapain?
Untuk itulah kita memerlukan riset.
Namun sayangnya, masih banyak yang menganggap riset sebagai cost. Padahal, riset adalah investasi. Alih- alih ingin berhemat dengan men-skip tahap riset, yang terjadi malah pemborosan luar biasa karena marketing dan komunikasinya salah sasaran karena dilakukan tanpa pemetaan permasalahan yang jelas.

Bentuk-bentuk Iklan Online

June 19, 2009
Oleh Meisia Chandra


Virtual Consulting
Setelah selesai merancang content apa saja yang akan ada dalam sebuah situs web, pekerjaan (besar) selanjutnya adalah merancang produk-produk apa saja yang akan dijual dalam situs web tersebut. Berikut ini adalah bentuk-bentuk iklan online yang dapat memberi Anda gagasan baru untuk mengembangkan produk jualan Anda nantinya.
1. Direct Advertising , di mana pemasang iklan dan pemilik media berhubungan langsung dan menandatangani kontrak untuk menampilkan iklan atau inisiatif promosi lainnya.
2. Self-service Advertising: Pendekatan iklan baru di mana materi iklan, penempatan iklan, tampilan serta teks dikerjakan sendiri oleh pemasang iklan melalui metode proses yang dilakukan sendiri di Online. Contoh: Blogads dan Google AdWords.
3. Ad Networks: Sebuah jaringan (network) iklan yang menghubungkan dan memediasi antara  pemasang iklan dengan pemilik situs web.  Jaringan iklan seperti ini biasanya menargetkan kampanye-kampanye yang tidak mempunyai target audience khusus, tetapi mengincar sebesar mungkin orang yang melihat iklan dengan biaya sekecil mungkin. Contoh: ValueClickMedia dan Tribal Fusion.
4. Contextual Advertising: Iklan yang ditargetkan pada content. Iklan tidak ditampilkan secara random, tetapi telah dipilih oleh sistem secara otomatis sesuai dengan content yang relevan dengan iklan tersebut. Contoh: Google AdSense dan Yahoo Publisher Network.
5. Twitter Advertising:  Iklan yang berfungsi sebagai tweet dari pemasang iklan, yaitu iklan berbasis keyword yang pendek, yang didistribusikan kepada user yang membaca content yang sesuai dengan keyword yang dipilih. Contoh: Magpie dan Twittad.
6. In-Text Advertising: Sistem in-text advertising secara otomatis menghubungkan kata-kata tertentu di dalam website dengan content iklan yang berhubungan.  Contoh: Kontera dan Vibrant in-Text Ad.
7. Ad Network Optimization:  Jasa optimasi iklan ini mengevaluasi dan memilih iklan yang membayar terbanyak untuk ditampilkan dalam halaman web dengan mengevaluasi semua pilihan serta ukuran iklan yang paling baik, dan karakteristik visualnya. Contoh: PubMatic dan YieldBuild.
8. Rep Ad Agencies: agen periklanan yang mewakili blog-blog serta situs web tertentu dan memediasi penjualan mereka untuk kampanye-kampanye besar yang dilakukan brand-brend besar ataupun agensi iklan besar. Contoh: Federated Media dan Tribal Fusion.
9. Social Advertising: Iklan untuk social media. Tidak seperti iklan tradisional, format iklan ini memanfaatkan dinamika pengaruh sosial seperti pengaruh peer group, word of mouth, viral marketing dan rekomendasi langsung dari teman ke teman. Contoh: VideoEgg dan Meebo.
10. Video Advertising: Bentuk iklan yang ditargetkan pada content video. Berbagai format tersedia, termasuk iklan dinamis yang bisa tampil sebelum, setelah, ataupun selama tayangnya content video tertentu. Contoh: Voxant dan AdSense for Video
11. RSS Advertising: Iklan ini ditampilkan di dalam RSS Feed, yang bisa disesuaikan dengan konteks content RSS feed tersebut atau secara manual ditargetkan pada kebutuhan promosi tertentu. Contoh: Pheedo dan Feedvertising.
12. Sponsorship: adalah bentuk bantuan dana atau bisa juga dalam bentuk produk/layanan sebagai ganti promosi terhadap suatu brand. Sponsorship online adalah strategi alternatif yang banyak digunakan dan dianggap lebih efektif daripada pemasangan iklan online berbentuk banner.
Yang mana saja yang sudah kami gunakan? Melanjutkan tulisan yang sebelumnya, saya telah berjanji untuk berbagi mengenai sumber-sumber income PortalHR.com selama ini:
1. Iklan banner: Iklan ini masih menjadi sumber income utama di PortalHR.com. Kami memiliki team marketing yang handal yang telah berhasil membuat space iklan di PortalHR.com selalu penuh.
2. Text Link: Produk ini juga disediakan di PortalHR.com tetapi tidak terlalu laku. Iklan yang lebih banyak diminati masih iklan display. Selain itu, berbeda dengan dugaan kami, iklan teks yang pernah dipasang CTR (click through rate)-nya juga tidak terlalu tinggi. PortalHR.com mempunyai sejarah CTR yang cukup tinggi, bisa mencapai 2,57%.
3. Event: PortalHR.com mendapat cukup banyak pemasukan dari komisi pendaftaran event secara online.
Singkat kata, sumber income utama PortalHR.com masih sama seperti media-media tradisional, yaitu dari iklan. Bentuk model bisnis online yang paling sederhana diaplikasikan di sini, yaitu memberikan content kepada mayoritas pengunjung, dengan sejumlah kecil (minoritas) lain membayar agar jasanya terlihat oleh mayoritas tersebut.
Beberapa jenis iklan lain sudah pernah kami coba, misalnya Google AdSense. Kami  juga pernah bekerjasama dengan sebuah ad network, namun setelah dievaluasi, ternyata masih lebih menguntungkan memasarkan iklan kami sendiri.
Setiap portal memiliki karakteristik tersendiri. Kami bisa saja membuat produk-produk iklan serta feature yang canggih, seperti Twitter ad atau mungkin RSS ad, secara teknis itu tidak sulit, tetapi apakah produk tersebut akan cocok dengan karakteristik portal kita? Belum tentu. Sebagai pemilik portal sangat penting untuk mengenali karakteristik tersebut. Saya akan coba mengulas hal ini pada tulisan selanjutnya.
Tulisan sebelumnya:
1. Membuat Model Bisnis Online (1)Dari Mana Datangnya Uang?
2. Membuat Model Bisnis Online (2): Bagaimana Cara Mendapatkan Uang?