mtcomm

Kamis, 15 September 2011

Pentingnya riset dan analisis dalam merancang program PR

Rahmi Nuraini InsightResearch September 10, 2011 0 Comments
Jangan sekali—kali membuat strategic planning berdasar common sense ! Karena program yang kita buat belum tentu sesuai dengan kondisi di lapang .Maraknya persaingan di antara konsultan baik di dunia marketing maupun public relations, seringkali memunculkan fenomena baru. Yaitu minimnya waktu untuk membuat sebuah program Marketing/PR. Kenyataan ini bisa dianggap sebagai tantagan, bisa juga dianggap sebagai ancaman. Menjadi tantangan jika, konsultan tersebut mampu secara cepat menemukan insight secara tepat. Menjadi ancaman jika, konsultan tersebut memilih berpihak pada common sense dan mengabaikan riset dan analisi dalam membuat program tersebut.
Riset dan analisis akan memberikan informasi yang mendalam pada suatu permasalahan yang kompleks dan ditemukan tidak setiap saat. Melalui riset kita dapat mengetahui latar belakang yang mendorong perilaku konsumen yang berhubungan dengan produk dari suatu brand.
Pemahaman customer insight akan menghubungkan konsumen secara emosional, bahwa suatu brand benar-benar mengetahui apa yang konsumen rasakan.  Penemuannya dapat didasarkan pada sesuatu yang menarik minat konsumen maupun penilaian konsumen terhadap brand value.
Sayangnya, untuk melakukan riset, baik kuantitatif maupun kualitatif (FGD, wawancara mendalam maupun etnografi) banyak konsultan yang terbentur dengan kendala biaya maupun waktu. Tentu, untuk mengatasinya kita perlu mau berinvestasi dana maupun waktu di bidang tersebut. Percayalah, investasi ini tak akan sia-sia karena akan menghasilkan program yang kredibel dan tepat sasaran.
Jika beberapa konsultan sudah membuat divisi tersendiri untuk melayani kebutuhan brand akan sebuah riset, maka inggal kesadaran perusahaan saja untuk mau mengkompesasinya dengan harga yang sesuai untuk kepentingan mereka sendiri. Karena sebuah program yang tepat akan mampu secara signifikan mampu meningkatkan penjualan produk maupun branding perusahaan tersebut. Istilah kata, ada harga, ada rupa…
Sumber Gambar : http://michealrussell.blogspot.com/2008_03_01_archive.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar