mtcomm

Minggu, 28 Agustus 2011

Getuk Tular : Word of Mouth ala Indonesia


Word of  mouth tak melulu harus dilakukan dengan campaign masif, tools social media canggih dan oleh  perusahaan besar. Getuk tular, yang merupakan budaya kita sejak dulu sebenarnya juga merupakan bentuk word of mouth. Bisa dipraktekkan untuk semua dan oleh semua.
Bu Broto baru saja membuka warung baru. Sekilas tampaknya akan sulit ia bersaing. Di deretan ruko warung barunya itu sudah terdapat beberapa warung dan restoran kecil. Ada warung Padang, warung nasi rames dan warung gado-gado. Bagaimana cara ia menarik konsumen?
Alih-alih menggunakan spanduk (seperti biasa yang dilakukan oleh warung lain) atau menggunakan flyers yang ditempel di tiang-tiang listrik untuk promosi, ia menggunakan resep promosi tradisional yang ampuh: getuk tular.
Caranya? Mudah saja. Ia undang para ojegers (pengemudi ojeg) yang biasa mangkal di ujung jalan untuk bertandang ke warungnya dan…….makan gratis! Ia suguhkan menu andalannya berupa ayam penyet kepada para ojegers tersebut yang tentunya……makan dengan amat lahap.
Bagaimana kira-kira hasilnya? Bisa ditebak, sejak acara makan gratis itu, para ojegers ini menjadi ‘brand ambassador’ warung Bu Broto kepada setiap penumpang yang naik ojeg mereka  tentang betapa enaknya pecel ayam itu, tanpa dibayar,dengan tulus ikhlas.
Jika saja ada 10 ojeg saja yang Bu Broto traktir dan setiap ojeg per hari bisa menarik 5 orang penumpang saja,berarti warung Bu Broto ini  sudah mampu berpromosi kepada 50 orang. Dan ketika orang-orang ini pulang ke rumah dan mengabarkan kepada anggota keluarga yang lain, bisa dibayangkan betapa ampuhnya getuk tular ala Bu Broto. Bahkan, saya pun tahu kabar tentang warung Bu Broto ini dari ojeg yang saya tumpangi dan ikut-ikutan mengabarkannya ke keluarga di rumah.
PR untuk semua, oleh semua
Jika kita jeli, kita akan dapatkan bahwa elemen-elemen dalam Public Relations adalah elemen kehidupan yang dapat kita temui sehari-hari. Elemen itu tak selalu berarti teori-teori yang canggih dan berbahasa Inggris nan rumit. Elemen itu sebenarnya sudah kita praktikkan sehari-hari  dan dapat kita temui dimana saja. Itu karena pada dasarnya tujuan dari public relations itu adalah menjalin hubungan baik dan pemahaman bersama (Mutual Understanding). Tools nya ya salah satunya adalah Getuk Tular atau yang diistilahkan dengan canggih saat ini sebagai Word of Mouth dan menggunakan channel social media Internet.
Namun selain itu, banyak praktik PR lain yang sebenarnya dapat kita temui dalam keseharian. Dimulai dari tukang bakso yang selalu menyapa dengan senyum tulus saat bertemu di jalan, hingga customer service Bank yang hafal nama kecil kita saat berkunjung ke gerai.
Jad, jelaslah bahwa PR itu untuk semua dan bisa dilakukan oleh semua. atau mungkin Anda juga punya pengalaman menarik tentang praktek-praktek PR di keseharian Anda? Silakan berbagi.
Foto: http://starcom-selalubersinar.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar