Personal branding masih sering dianggap rumit. Munculnya banyak sekolah kepribadian tak otomoatis membuatnya menjadi mudah diterapkan. Namun sebenarnya, cukup berpegangan pada empat tips praktis ini, Anda bisa menciptakan branding diri yang kuat. Apa saja itu? Simak tulisan berikut.Personal Branding sebenarnya secara prinsip tak beda dengan corporate branding. Hanya saja, jika yang company yang dibranding adalah sebuah lembaga atau perusahaan, maka pada personal branding, yang dibranding adalah diri pribadi seseorang. Terkesan menjadi lebih rumit karena pada personal branding yang ‘diolah’ adalah sosok manusia hidup yang lebih mudah berubah daripada perusahaan.
Lalu apa saja ke-empat tips tersebut?
1. Nilai Jual Yang Unik
Identifikasi nilai jual Anda yang unik. Apa yang membuat Anda berbeda dari para pesaing Ada? Apakah kecepatan Anda dalam menyeleasikan tugas? Apakah Anda mampu memberikan kualitas unggul dalam pekerjaan Anda? Apakah Anda mudah beradaptasi? Apakah Anda memiliki kemampuan menyederhanakan sesuatu yang rumit? Coba Anda luangkan waktu untuk merenung dan berinstropeksi, tanya beberapa teman terdekat apa yang membuat diri Anda unik dibandingkan orang lainnya.
Misalnya: Anda seorang yang suka telat sehingga waktu pekerjaan Anda suka tersita. Ini sebenarnya bisa di-switch jadi nilai jual yang unik, yaitu Anda adalah orang yang sibuk dan mampu menuntaskan pekerjaan dengan efisien karena waktu yang terbatas. Jadi nilai jual positif bukan?
2. Competitive Analysis
Nah, yang kedua adalah analisis kompetitif. Jangan resisten dulu. Walaupun terkesan canggih, istiah ini tidak seseram yang Anda pikir. Ya, untuk personal branding, Anda hanya perlu rajin membuka mata dan telinga untuk melihat hal apa yang ‘dijual’ dalam personal branding competitor Anda. Lalu kalau memang itu sesuai dengan kompetisi dan nilai jual Anda, kemas lagi keunggulan tersebut dengan nilai tambah lainnya.
Misal: Anda seorang fitness trainer. Jika fitness trainer lainnya hanya menawarkan jasa training belaka, kenapa Anda tidak coba menggabungkannya dengan jasa konsultas memasak makanan sehat? Jadi selain pandai mengolah alat di Gym, Anda juga harus belajar pandai mengiolah bumbu dan alat dapur. Menarik bukan?
Selain memetakan kekuatan pesaing dan merumuskan keunikan Anda, apalagi tips selanjutnya untuk membentuk personal branding yang kuat? Berikut lanjutannya.
3. Nilai-nilai diri
Apa maksud dari nilai-nilai diri?
Maksdunya adalah temukanlah nilai-nilai khas kepribadian Anda dan fokuslah pada nilai yang dirasa paling penting. Nilai-nilai ini berisi prinsip-prinsip tentang kebiasaan kerja dan cara interaksi dengan orang lain
Nilai-nilai inilah yang akan membimbing Anda untuk meraih kesuksesan di masa mendatang. Misalnya saja, kita ingin menunjukkan diri kepribadian diri yang cepat bergaul dengan orang lain. Maka, tonjolkanlah nilai itu sebagai dasar personal branding Anda.
4. Impresi (Kesan)
Impesi berkaitan dengan kesan orang lain yang tertanam di benaknya setelah berinteraksi dengan diri kita. Impresi ini akan memperkuat hubungan antara diri Anda dan ciri khas diri Anda. Impresi ini dapat berupa impresi positif dan negatif. Untuk menciptakan impresi positif, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menyertakan identitas kita dalam setiap karya yang kita buat. Identitas ini dapat berupa nama, no telepon, email, maupun foto yang dapat mengasosiasikan karya Anda dengan personal brand Anda.
Jika keempat tips (nilai jual yang unik, analisis competitor, nilai-nilai, impresi) ini diikuti, personal branding yang terbentuk merupakan representasi dari diri Anda. Bukan sekedar ikut-ikutan branding orang lain yang belum tentu sesuai dengan kepribadian diri kita. Selamat mencoba. (RN)
Sumber2: http://kenapaharuspr.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar